ADMINISTRASI
NEGARA
Perbedaan
Sektor Publik dan Sektor Privat
ORGANISASI PUBLIK
Kepublikan dipandang sebagai kunci untuk memahami organisasi publik. Kepublikan menurut Bary Bozeman adalah keabsahannya terlegitimasi oleh kekuasaan politik, tidak harus hanya dalam organisasi kepemerintahan. Meskipun demikian sebagian besar penggunaan istilah organisasi publik akan mengacu pada organisasi pemerintah. Hal ini dapat dipahami karena kepublikan mencerminkan sifat memenuhi kebutuhan masyarakat secara umum, tanpa diskriminasi. Artinya, baik yang sanggup membayar maupun tidak wajib mendapat pelayanan (public service)
Organisasi publik mempunyai
karakteristik yang berbeda dengan organisasi privat, sekalipun ada beberapa
bagian yang sama secara fungsional. Perbedaan yang mencolok adalah pada tujuan, kondisi dan beban yang
ditanggung oleh organisasi publik (John Stewart & Stewart Ranson).
Indikator Pembedaan karakteristik
organisasi publik dan organisasi non publik (Benn & Gauss) sebagai berikut:
1. Interest (kepentingan) apakah
keuntungan dan kerugiannya ditanggung secara komunal atau individual
2. Akses: apakah fasilitas, sumber
daya dan informasi dapat diakses secara umum atau tidak
3. agency (badan) apakah seseorang
atau suatu organisasi bertindak secara individu atau sebagai perwakilan masyarakat.
ORGANISASI PUBLIK
menurut Gerald ceiden:
1. Organisasi publik sebenarnya
identik dengan organisasi pemerintahan
2. Organisasi publik di dasarkan
pada peraturan negara, dibiayai oleh keuangan negara, dan dioperasionalkan oleh
aparat yang mempunyai jenjang karir tertentu
3. Sifat-sifat organisasi publik
berorientasi pada publik
4. administrasi negara yang
berbentuk organisasi publik memiliki ciri khusus dalam melaksanakan kebijakan
publik, seperti: kontrol politik, akuntabilitas, pemakaian birokrasi
pemerintah, pembuatan kebijakan pemerintah, dan penegakan hukum yang berbeda
yang dilakukan oleh swasta
5. Sifat kepublikan
Perbedaan administrasi publik dan
administrasi swasta
Antara manajemen publik dan manajemen
swasta ada beberapa persamaan. Tetapi disamping persamaan-persamaan yang
ada, diantara manajemen publik dan manajemen swasta ada juga perbedaan yang
cukup besar. Perbedaan dalam konteks, orientasi nilai, sasaran pelayanan
Persamaan-persamaan yang anda antara
sektor publik dan sektor swasta adalah pada peran dan fungsi
manajemen. Sementara itu perbedaannya cukup besar, antara lain sistem
nilai dan landasan ideologinya berbeda. Dunia bisnis merupakan produk dari
ideologi kapitalistik: yang mengurus
soal : pemasukan, biaya, keuntungan, dan pengembangan investasi. Sedangkan
manjemen publik, yang terkait erat dengan adminsitrasi publik, landasan
ideologinya muncul dari konstitusi, seperti: kedaulatan rakyat, pembagian wewenang, hak-hak asasi, pluralisme,
keuntungan publik, barang-barang publik (public goods), kebebasan mengakses
informasi, perwakilan (representativeness), persamaan kesempatan, dan persaan
dalam perlakuan.
Graham
Allison (1986) dalam artikelnya pernah menuliskan
beberapa perbedaan antara manajemen swasta dan manajemen publik.. Perbedaan-perbedaan
tersebut antara lain:
1. Perspektif waktu
Manajer publik mempunyai perspektif
waktu yang lebih pendek sesuai kepentingan dan kalender politik dibanding
manajer swasta. Manajer swasta bisa dikatakan punya waktu yang hampir
tidak terbatas. Pembatasan waktu bagi manajer swasta dibatasi oleh
kemampuannya sendiri, bisa kemampuan keuangan maupun kemampuan keahlian.Tetapi
kalau manajer publik tergantung prestasi, peta politik, dan waktu rotasi
jabatan.
2. Lama waktu pelayanan
Lamanya pelayanan yang diberikan oleh
manajer yang ditunjuk secara politis relatif singkat. Sementara itu
manajer swasta cenderung memiliki masa kerja yang relatif lebih lama.
3. Standar ukuran keberhasilan
Standar dan ukuran keberhasilan dari
manajemen publik lebih kabur atau sulit disepakati dibanding standar atau
ukuran untuk menilai keberhasilan manajemen swasta.Misalnya: laba perusahaan,
perluasan produksi dan sebagainya, Kalau ukuran keberhasilan pelayanan
Dinas Kesehatan apa saja.
4. Personalia
Dalam birokrasi publik selain pegawai
yang diangkat melalui prosedur, seleksi pegawai ada juga pejabat negara yang
diangkat secara politis. Akibatnya penegendalian pegawai dan penempatan
pegawai sesuai profesionalismenya relatif lebih sukar. Di organisasi swasta
kelompok terakhir ini tidak ada. Di swasta mengendalikan pegawai lebih
mudah.Misalnya : untuk memecat pegawai, memindah pegawai, dan sebagainya.
5. Tekanan pelayanan
Tekanan pelayanan di organisasi swasta
cenderung menenkankan aspek pencapaian efisiensi organisasi, yang diwakili
penghitungan untung rugi. Sementara itu organisasi publik lebih menekankan
pada perataan atau keadilan. Sehingga pencapaian sasaran ini menjadi sulit
diukur.
6. Prosesnya
Proses organisasi publik dalam arti
sepak terjang pelaksanaan pekerjaan di organisasi publik lebih sering menjadi
sorotan publik dibanding organisasi swasta. Dengan kata lain sifat
manajemen publik lebih terbuka terhadap sorotan masyarakat dibanding manajemen
swasta.
7. Peran media masa
Manajer publik lebih sering menghadapi
pers dibanding manajer swasta. Keputusan-ke[utusan manajer publik sering
telah dikupas oleh pers. Sebaliknya bagi manajer swasta lebih jarang
terjadi hal yang demikian.
8. Tekanan dalam pengambilan
keputusan
Bagi manajer publik lebih sulit untuk
mencari kompromi terhadap tekanan yang datang dari berbagai arah dan lebih
sulit menciptakan koalisi dengan orang dalam atau orang luar supaya dapat
mengambil keputusan yang baik bagi kelangsungannya. Kontradiksi-kontradiksi
dalam pengambilan keputusan seperti itu lebih jarang dihadapi di manajer
swasta, sehingga arus keputusan lebih tegas mengalir dari atasan kepada
bawahan.
9. Kebebasan menentukan langkah
Manajer publik sering menjadi obyek
sorotan lembaga legislatif maupun yudikatif .Karena itu mengurangi kebebasan
manajer publik dalam menentukan langkah-langkahnya. Hal yang seperti itu
kurang terjadi di manajer swasta.
110. Kejelasan misi
Misi organisasi publik seringkali tidak
sejelas organisasi swasta. Misi organisasi publik misalnya menciptakan
masyarkat yang sejahtera, jelas lebih kabur dan lebih sulit diukur hasilnya
dibanding organisasi swasta yaitu mencari keuntungan, pemasaran yang baik, dan
kelangsungan organisasi.
Menurut Ring dan Perry ada 4 poin utama
perbedaan sektor publik dan sektor privat:
1. Sektor publik memiliki
kerentanan terhadap konflik tujuan dan sasaran dalam mengimplementasikan
kebijakan lebih tinggi daripada sektor swasta.
2. Sektor publik lebih terbuka
terhadap lingkungan luarnya daripada sektor swasta
3. Sektor publik melayani
stakeholders yang lebih beragam / berbeda-beda sehingga lebih sulit untuk
suatau isu dan strategi yang digunakan untuk mencapainya daripada sektor
swasta.
4. Sektor publik lebih memiliki
keterbatasan waktu, yang dibatasi oleh periode suksesi pimpinan eksekutif, dan
perubahan komposisi lembaga pembuat kebijakan.
5. sektor publik dibayangi oleh
koalisi yang rentan antara kelompok politik, sehingga penetapan isu
strategisnya lebih cenderung berkaitan dengan usaha mengamankan koalisi
tersebut.
6. sektor publi lebih rentan
terhadap intervensi atau pengaruh dari berbagai kelompok kepentingan dalam
emngambil suatu kebijakan, sehingga sringkali mengganggu rasionalitas dan
efektifitas suatu kebijakan yang diambil.
PERSAMAAN SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR PRIVAT
1. Fungsi planning
2. Fungsi organizing
3. Fungsi staffing
4. Fungsi directing
5. fungsi controlling
6. fungsi reporting
7. Fungsi budgetting
Tidak ada komentar:
Posting Komentar